Pentanahan

5 09 2009

Pentanahan

Salah satu faktor kunci dalam setiap usaha pengamanan (perlindungan) rangkaian listrik adalah pengetanahan. Apabila suatu tindakan pengamanan atau perlindungan yang baik akan dilaksanakan, maka harus ada sistem pengetanahan yang dirancang dengan benar. Prinsip-prinsip atau dasar pengetanahan yang biasa digunakan, telah banyak tertulis dalam laporan-laporan berbagai organisasi nasional yang berkaitan.

Agar sistem pentanahan dapat bekerja efektif, harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut:

(a)    Membuat jalur impedansi rendah ke tanah untuk pengamanan personil dan peralatan, menggunakan rangkaian efektif.

(b)   Dapat melawan dan menyebarkan gangguan berulang dan arus akibat surja hubung (surge currents).

(c)    Menggunakan bahan tahan korosi terhadap berbagai kondisi kimiawi tanah, untuk meyakinkan kontinuitas penampilannya sepanjang umur peralatan yang dilindungi.

(d)   Menggunakan sistem mekanik yang kuat namun mudah dalam pelayanan.

Dalam setiap pembicaraan tentang pentanahan, pertanyaan yang selalu timbul adalah: “Seberapa kecil tahanan untuk pengetanahan?”. Pertanyaan ini sulit dijawab dalam harga Ohm. Makin kecil makin baik. Lebih jauh lagi, untuk perlindungan / pengamanan personil dan peralatan, patut diusahakan tahanan pengetanahan lebih kecil dari satu Ohm. Hal ini tidak praktis untuk dilaksanakan dalam suatu sistem distribusi, saluran transmisi, ataupun dalam substasion distribusi. Di beberapa tempat, tahanan sebesar 5 Ohm mungkin sudah cukup memadai tanpa banyak gangguan sedang di lain tempat mungkin sangat sulit dicapai tahanan pengetanahan di bawah 100 Ohm.

Beberapa patokan / standar yang lebih disepakati adalah bahwa saluran transmisi substasion harus direncanakan sedemikian rupa, sehingga tahanan pengetanahan tidak melebihi harga 1 Ohm. Dalam substasion-substasion distribusi, harga tahanan maksimum yang diperbolehkan adalah 5 Ohm. Dalam substasion-substasion (66 kV atau lebih), sistem kisi tanam untuk suatu substasion akan memberikan tahanan pentanahan yang diinginkan (Std IEEE 80-1976 mengatur masalah pengamanan personil dan sistem pentanahan substasion). Dalam sistem tersebut dapat timbul masalah, pada tegangan 33 kV atau lebih rendah, biasa digunakan pengetanahan dengan batang elektroda. Kisi-kisi pengetanahan substasion tergantung pada kerja ganda kisi dan elektroda yang terhubung. Dari segi besarnya harga tahanan, bahan yang dipakai elektroda tidak mengurangi besar tahanan pengetanahan sistem, namun mempunyai fungsi tersendiri yang penting. Bahannya sendiri mempunyai harga impedansi awal beberapa kali lebih tinggi dari pada harga tahanannya terhadap tanah pada frekuensi rendah. Hal ini dapat mengurangi penyebaran akibat surja hubung yang efektif. Bahan pengetanahan dimaksudkan untuk mengontrol dalam batas-batas aman, potensial-potensial “step-touch” pada arus-arus gangguan yang lebih tinggi. batang sederhana dapat memberikan impedansi surja yang dapat berharga sekitar separuh harga tahanan frekuensi rendahnya. Hal inilah penyebab utama jatuhnya tahanan tanah dalam gradient tegangan yang tinggi pada permukaan elektroda. Sebagai akibat dari sifat-sifat ini, maka pasak harus ditempatkan di dekat / sekitar bangunan stasion. Elektroda tentu saja akan dibutuhkan dalam saluran-saluran tegangan tinggi (132 kV, 66 kV) di mana tahanan maksimal 15 Ohm masih dapat diterima, dan dalam saluran-saluran distribusi (33-0,4 kV) di mana dipilih tahanan 25 Ohm.

Parameter-parameter ini umumnya dapat dipenuhi dengan pemakaian teori-teori dasar pengetanahan secara benar. Namun, selalu timbul keadaan-keadaan, yang akan menyulitkan dalam memperoleh tahanan pengetanahan yang diinginkan. Apabila timbul keadaan demikian dapat digunakan beberapa metode untuk menurunkan harga tahanan pengetanahan, antara lain sistem-sistem batang paralel, sistem elektroda tanam dalam dengan beberapa pasak elektroda, dan perlakuan terhadap kondisi kimiawi tanah. Metode-metode lain juga telah banyak diperkenalkan, yaitu pelat tanam, penghantar tanam, dan beton kerangka baja yang secara listrik terhubung. Sejenis tanah liat yang dikenal sebagai bentonite, karena kemampuannya menyerap dan menahan air, dapat digunakan untuk mengurangi tahanan tanah di daerah di mana tahanan tanah tinggi, dalam orde 300 ohm-meter atau lebih .

2.1 Tujuan Pengetanahan

Tujuan dari pengetanahan itu adalah:

  1. Menghilangkan gejala-gejala busur api pada suatu sistem.
  2. Membatasi tegangan-tegangan pada phasa yang tidak terganggu (pada phasa yang sehat).
  3. Meningkatkan keandalan (reliability) pelayanan dalam penyaluran tenaga listrik.
  4. Mengurangi / membatasi tegangan lebih transient yang disebabkan oleh penyalaan bunga api yang berulang-ulang (retrike ground fault).
  5. Memudahkan dalam menentukan sitem proteksi serta memudahkan dalam menentukan lokasi gangguan.

2.2 Jenis-jenis pengetanahan

Jenis-jenis Pengetanahan terdiri dari: Pengetanahan Tanpa Impedansi / Langsung (solid Gronding), Pengetanahan Melalui Tahanan (resistance grounding), Pengetanahan Netral dengan Reaktansi, Pengetanahan Netral dengan Kumparan Petersen.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: